MimbarNews.Id, Tangerang — Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari ketujuh pada Selasa (7/7/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan progres pemadaman telah mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja tim gabungan sejak api pertama kali muncul di lokasi pembuangan sampah tersebut. Menurutnya, progres pemadaman mengalami kemajuan signifikan berkat sinergi satuan tugas darat dan udara yang terus dioptimalkan.
Kebakaran ini bermula sejak Selasa, 30 Juni 2026, dan diduga dipicu oleh suhu panas ekstrem yang memicu gas metana di dalam timbunan sampah. Karakteristik material sampah yang menyerupai lahan gambut membuat bara api bersembunyi di bawah permukaan, sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit dan membutuhkan penanganan khusus.
Operasi Pemadaman Diperkuat
Untuk mempercepat penanganan, BNPB memperpanjang waktu operasi satuan tugas darat hingga pukul 22.00 WIB. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa mulai Selasa ini tim pemadam kebakaran dan Manggala Agni akan menerapkan sistem injeksi air ke dalam tumpukan sampah menggunakan mesin khusus.
Sedikitnya 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit ekskavator, dan delapan unit buldozer dikerahkan di jalur darat. Dari udara, tiga unit helikopter water bombing serta dua unit drone dilibatkan untuk memantau pergerakan sebaran api secara real-time. Fokus utama operasi saat ini adalah mendinginkan bara api di lapisan bawah sampah guna mencegah munculnya kembali titik api atau re-ignition.
Puluhan Warga Masih Mengungsi
Dampak kebakaran juga masih dirasakan warga sekitar. Sedikitnya 28 warga dari Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, masih bertahan di posko pengungsian di Kantor Desa setempat akibat paparan asap yang menyelimuti permukiman mereka. Jumlah ini menurun dibanding hari-hari sebelumnya, setelah ratusan pengungsi lain memilih kembali ke rumah masing-masing pada akhir pekan lalu.
Petugas kesehatan dari Puskesmas Rajeg secara rutin memeriksa kondisi para pengungsi, mengingat mayoritas dari mereka sempat mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap. Kebutuhan logistik di posko pengungsian dipastikan tetap tercukupi berkat bantuan dari Dinas Sosial, Kementerian Sosial, PDAM, hingga pemerintah provinsi.
Bupati Tangerang telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin yang berlaku sejak 1 hingga 14 Juli 2026.
Ancaman Kesehatan dari Asap
Pengukuran kualitas udara oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan tingkat pencemaran yang membahayakan di sekitar lokasi kebakaran. Konsentrasi partikulat halus PM2,5 sempat mencapai sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui baku mutu harian nasional sebesar 55 mikrogram per meter kubik. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran KLH, Ridho Sani, menjelaskan bahwa pembakaran sampah menghasilkan berbagai polutan berbahaya, termasuk sulfur oksida, nitrogen oksida, serta senyawa organik yang mudah menguap akibat pembakaran plastik dan material lainnya.
Warga di sekitar lokasi kebakaran diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menjauhi area yang terdampak asap secara langsung.
Otoritas terkait menegaskan bahwa penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran akan dilakukan setelah kondisi darurat benar-benar terkendali dan seluruh titik api berhasil dipadamkan.
