terkini

Iklan

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Desa Barangmamase Sukses Kembangkan Inovasi Olahan Ikan dan Biogas Terpadu

7/26/26, 08:46 WIB Last Updated 2026-09-03T15:04:32Z

 

Doc; Pelaksanaan Pemberdayaan

Mimbarnews.Id, WAJO — Potensi besar sumber daya alam di tingkat desa kembali dimaksimalkan. Dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan, sebuah program bertajuk "Penguatan Ketahanan Pangan melalui Peternakan dan Perikanan Terpadu" sukses digelar di Desa Barangmamase, Kecamatan Sajoanging, Sabtu (25/07/2026).


Program pemberdayaan yang digagas oleh tim pelaksana dari Universitas Puangrimaggalatung ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mengusung konsep zero waste atau pemanfaatan sumber daya secara terpadu.


Ada enam tujuan utama dari inisiatif ini: memanfaatkan potensi desa, menjamin ketersediaan protein masyarakat secara mandiri, meningkatkan pendapatan warga, mendorong efisiensi usaha melalui sistem terpadu, meningkatkan keterampilan warga, serta mewujudkan kemandirian ekonomi desa dalam jangka panjang.

Doc; Rangkaian kegiatan pemberdayaan oleh tim Pelaksana 


Langkah konkret dari program ini langsung dirasakan oleh masyarakat melalui pelatihan diversifikasi produk dan pengelolaan limbah. Di sektor perikanan, warga dilatih mengolah ikan yang biasanya hanya dijual segar menjadi produk bernilai jual tinggi seperti bandeng presto, bakso ikan, dan otak-otak.


Marhani, salah satu mitra program di sektor perikanan, menyambut antusias pelatihan ini. "Ini adalah terobosan yang sangat kami butuhkan. Melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran, produk kami kini lebih beragam dan punya daya jual tinggi. Kami yakin ini akan membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok kami," ujarnya.


Tak hanya sektor perikanan, sektor peternakan juga mendapatkan sentuhan inovasi melalui pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas. Haeruddin, perwakilan mitra peternak, menilai program ini sebagai solusi cerdas.


"Biogas ini sangat membantu kami mengurangi limbah peternakan sekaligus menjadi sumber energi alternatif untuk rumah tangga," ungkap Haeruddin. Ia juga menyambut baik rencana pengembangan lanjutan tahun depan, di mana sisa limbah akan diolah menjadi pupuk kompos dan Pupuk Organik Cair (POC). "Selain menekan biaya energi dan pupuk, lingkungan desa juga menjadi lebih bersih," tambahnya.


Inovasi yang dibawa oleh Universitas Puangrimaggalatung ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Barangmamase menegaskan bahwa sinergi antara kelompok perikanan dan peternakan ini merupakan langkah strategis untuk membuka lapangan kerja baru bagi warga.


"Kami sangat mendukung penuh. Olahan ikan memberikan nilai tambah ekonomi, sementara pengolahan kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk membuktikan bahwa limbah bisa menjadi produk yang bernilai ekonomi jika dikelola dengan ilmu yang tepat," tegas Kepala Desa.


Dukungan serupa juga datang dari pembina dinas terkait yang turut hadir. Pihak dinas berharap agar semangat pemberdayaan ini tidak berhenti sebatas seremonial pelatihan. "Kami dari dinas terkait berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan lanjutan, baik dalam hal peningkatan kualitas produk maupun akses pemasaran, agar kelompok ini benar-benar bisa mandiri dan sejahtera," ujar perwakilan pembina.


Doc; Pemberdayaan 


Keberhasilan implementasi program ini di Desa Barangmamase tidak lepas dari dukungan pendanaan yang kuat. Ketua Pelaksana dari Universitas Puangrimaggalatung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).


"Dukungan pendanaan hibah dari Kemdiktisaintek menjadi faktor krusial yang memungkinkan program pemberdayaan ini dapat terealisasi. Kami berharap inisiatif ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan pangan yang terintegrasi," pungkas Ketua Pelaksana.


Sekedar diketahui bahwa kegiatan pemberdayaan itu di ketuai oleh Dr. Darwis. S.Pd, M. Pd, beranggotakan 3 dosen yakni Prof. Rosmini Maru, S.Pd, M.Si, Ph.D., Dr. Hj. Samsiar, S.Sos, M.Si dan Murmayani S.Pd. M.Pd.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tingkatkan Ketahanan Pangan, Desa Barangmamase Sukses Kembangkan Inovasi Olahan Ikan dan Biogas Terpadu

Terkini

Iklan