![]() |
| doc; Kalaborasi MTT dan FAPERTRIK Uniprima |
MimbarNews.Id, Wajo — Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem, PT Maxxi Tani Teknologi menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (FAPERTRIK) Universitas Puangrimaggalatung. Sinergi nyata antara industri dan akademisi ini diwujudkan melalui kegiatan turun lapang di Desa Limporilau, Kecamatan Belawa, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada penerapan praktik pertanian modern sebagai solusi atas ancaman krisis iklim yang melanda kawasan pertanian. Field Supervisor Maxxi Tani, Baharuddin, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas lahan tetap terjaga.
"Kegiatan ini merupakan langkah konkret kita dalam mendukung program swasembada pangan di Indonesia. Dengan pemanfaatan inovasi dan teknologi pertanian yang tepat, kita optimis produktivitas bisa tetap maksimal walaupun saat ini kita sedang digempur oleh dampak kemarau panjang El Nino," ungkap Baharuddin di lokasi kegiatan.
Salah satu wujud nyata teknologi mutakhir yang diaplikasikan dalam kegiatan ini adalah penggunaan drone (pesawat tanpa awak) pertanian untuk proses penyemprotan lahan. Baharuddin menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi jawaban jitu untuk mengatasi berbagai tantangan dan keterbatasan sumber daya di musim kemarau.
"Penggunaan teknologi drone dalam penyemprotan terbukti bisa sangat menghemat tenaga kerja dan memberikan hasil penyebaran yang jauh lebih presisi. Selain itu, yang paling penting di musim El Nino ini adalah penghematan air. Jika penyemprotan manual butuh air dalam jumlah besar, dengan menggunakan drone kita hanya memerlukan sekitar 30 hingga 60 liter air saja per hektarnya," jelas Baharuddin.
Selain mentransfer teknologi tepat guna, program ini juga menjadi wadah pembuktian bagi para akademisi muda. Kehadiran mahasiswa di tengah lahan pertanian memberikan energi baru sekaligus menjembatani teori kampus dengan realitas lapangan.
Indra, salah satu mahasiswa FAPERTRIK yang terjun langsung dalam kegiatan tersebut, menilai program ini sangat krusial bagi pengembangan kapasitas mahasiswa sebagai generasi penerus sektor pertanian.
"Ini merupakan kolaborasi yang sangat bagus. Sebagai mahasiswa, kami tidak hanya belajar dari buku, tetapi bisa turun langsung memberikan peran nyata dan solusi terhadap upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di kondisi iklim yang sulit ini," terang Indra.
Kolaborasi antara Maxxi Tani Teknologi dan FAPERTRIK Universitas Puangrimaggalatung ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi percontohan ideal di Sulawesi Selatan. Sinergi yang menggabungkan efisiensi teknologi drone dari sektor swasta dan dedikasi akademis terbukti mampu memberikan pendampingan yang adaptif dan solid bagi para petani di akar rumput.
